Peran Dosen melalui Catur Dharma sebagai Agent of Islamic Gender Education

Permasalahan berbasis gender di perguruan tinggi kerap terjadi dalam bentuk pelecehan seksual. Dosen sebagai tenaga pendidik dalam hal ini memiliki peran penting untuk menjadi agent of Islamic gender education melaui program Catur Dharma terhadap mahasiswa, baik secara internal kampus di dalam kelas maupun eksternal kampus di dalam masyarakat. Program Catur Dharma dosen di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta meliputi pembelajaran, penelitian, pengabdian, dan Al Islam Kemuhammadiyahan. Artinya, dalam proses kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat selalu didasarkan pada nilai-nilai keagamaan yang mendukung penyelesaian permasalahan berbasis gender.


Sumber: dokumen pribadi
Pembelajaran di kelas yang dikelola oleh dosen harus memiliki integritas dan tidak membeda-bedakan gender setiap mahasiswa. Hal ini sesuai dengan Alquran Surat Al-Hujurat Ayat 13 yang menjelaskan bahwa penciptaan seorang laki-laki dan perempuan, serta menjadikan orang tersebut berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling kenal-mengenal.

Sebagai dosen, saya melaksanakan pembelajaran secara egaliter, dengan metode student centered learning. Teknis pembelajaran yang saya laksanakan seperti dengan cara membuat forum group discussion, yang terbagi dari beberapa kelompok yang mendukung gender, dan memberikan kesempatan kritis yang sama untuk menganalisis permasalahan yang dipandang oleh mahasiswa terhadap suatu materi pembelajaran yang sedang berlangsung. Tindakan ini merupakan aksi nyata pendidik sebagai agent of Islamic gender education terhadap mahasiswa dalam berkerjasama untuk menganalisis suatu realitas permasalahan dengan teori dan sudut pandang mahasiswa.


Sumber: Dokumen pribadi

Penelitian yang dilaksanakan dosen harus melibatkan mahasiswa perempuan maupun laki-laki untuk diajak bersama-sama dalam pengujian suatu fenomena sosial. Hal ini sesuai dengan Alquran Surat Ali-Imran Ayat 195 yang menyatakan bahwa Tuhan memperkenankan permohonan karena sesungguhnya Tuhan tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Artinya, dosen bersama dengan mahasiswa perempuan maupun laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk meneliti dan mengembangkan diri dalam mewujudkan impiannya.

Saya melaksanakan penelitian bersama dengan mahasiswa terkait dengan kontribusi mahasiswa dalam penanganan intoleransi hingga perjuangan hak-hakmahasiswa perempuan. Penelitian kami ini telah dipublikasikan dalam bentuk jurnal nasional, sehingga turut memperkaya referensi pemikiran intelektual dalam melawan diskriminasi atau kekerasan yang berhubungan dengan gender. Upaya ini merupakan aksi nyata sebagai agent of Islamic gender education bagi akademisi maupun politisi dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan toleransi terhadap gender.


Sumber: Dokumen pribadiPengabdian kepada masyarakt yang dilakukan oleh dosen juga harus melibatkan mahasiswa perempuan dan laki-laki untuk diajak bersama-sama untuk terlibat dalam berbakti kepada masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing mahasiswa. Hal ini sesuai dengan Alquran Surat Al-Zariyat Ayat 56 yang menjelaskan bawha Tuhan tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaNya. Artinya, perempuan maupun laki-laki adalah manusia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk mengabdikan diri kepada tuhannya.

Saya melibatkan mahasiswa perempuan dan laki-laki dari lintas disiplin keilmuan dalam program pengabdian masyarakat yang saya lakukan di Kecamatan Giwangan Kota Yogyakarta. Kegiatan di masyarakat seperti kebersihan lingkungan, pengajian, edukasi pijat bayi, edukasi jurnalis, hingga pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara gotong royong antara perempuan dan laki-laki. Upaya ini merupakan bentuk agent of Islamic gender education sebagai aksi nyata mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmunya di tengah realitas kehidupan bermasyarakat.

Muhammad Salisul Khakim
Dosen 
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta 

Comments

Popular posts from this blog

Indegenisasi Ilmu dari Falsafah Bangsa

Pendidikan Karakter Generasi Emas 2045